Catatan Materi Bahasa Indonesia

Catatan Materi Bahasa Indonesia

Rabu, 06 Januari 2010

artikel tahun Baru

Artikel
Oleh : Saeful ma’ruf
Mahasiswa UNTIRTA Prodi Diksatrasia Semester V, Aktif di Divisi Bahasa Kubah Budaya.







INTROSPEKSI DAN PENDEWASAAN DIRI DI TAHUN BARU

Perayaan tahun baru sepertinya telah melekat dan mengakar dalam diri setiap anak bangsa, rutinitas perayaan tahun baru telah membudaya dan diserap begitu cepat oleh anak muda indonesia yang memang sejak kecil sudah dicekoki dengan budaya luar melalui tontonan mereka sehari-hari, ditambah lagi dengan anggapan bahwa “ yang tidak merayakan berarti kampungan”, sangat memprihatinkan.
Tidak adakah cara yang lebih bermanfaat dalam merayakan tahun baru selain hura-hura dan arak-arakan memacetkan lalulintas? Menjelang tahun baru seharusnya kita lebih bercermin pada diri sendiri apakah kita sudah lebih baik dari tahun kemarin dan apakah yang akan kita capai di tahun mendatang? Ada banyak tantangan dan pertanyaan yang harus kita jawab di tahun mendatang.
Di tahun yang baru tentu usia kita semakin bertambah dan umur tentu semakin berkurang, introspeksi diri ialah hal yang cukup baik untuk menyongsong masa yang akan datang, bukan hanya sekadar pestapora dengan gemerlap cahaya kembang api. Merayakan tahun baru adalah hak setiap individu dan tak ada larangan tertulis untuk itu, tetapi pernahkah terpikir oleh kita untuk mempersiapkan dan menetapkan target juga strategi pencapaian di tahun yang akan datang, dengan kata lain mempersiapkan visi dan misi di tahun yang baru, juga bertekad untuk lebih mendewasakan diri?
Sepertinya hanya sedikit orang orang yang mempertimbangkan hal ini menjelan tahun baru, apalagi generasi muda bangsa ini yang sebagian besar telah terkontaminasi oleh Hedonisme dan materialistis yang mengukur segala keberhasilan dengan materi dan kemudian merayakannya dengan berpestapora (kesenangan sesaat).
Selain introspeksi, lebih mendewasakan diri juga hal yang perlu kita lakukan seiring pertambahan usia seharusnya kita malu pada diri sendiri jika sama sekali tak ada perubahan dalam diri kita. Pendewasaan diri bukanlah hal yang instan dan dapat dilakukan secara spontan, tetapi perlu pemahaman dan proses penataan kembali paradigma hidup. Perlu dipahami bahwa kedewasaan seseorang tidak dapat diukur dari tingkat usia. Misalnya seseorang yang sudah matang secara usia tetapi masihsuka kebut-kebutan di jalan raya yang padat dan ramai, ini aalah salah satu bentuk ketidak dewasaan karena selain membahayakan diri sendiri juga membahayakan orang lain.

Sebetulnya masih banyak contoh lain dan itu yang perlu kita benahi. Sebetulnya ada tiga hal yang membedakan orang dewasa dan anak-anak yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap. Seseorang tidak dapat dikatakan dewasa hanya karena pengetahuan saja tetapi bagaimana dia menggunakan atau mengaplikasikan pengetahuan yang dimilikinya menjadi sebuah keterampilan dan mampu nenentukan mana hal yang positif untuk diri dan untuk dilakukan.
Ketiga hal di atas harus terangkum menjadi satu dan sikaplah yang dominan menentukan tingkat kedewasaan seseorang. Maka jangan heran jika ada seorang pimpinan/pejabat yang kurang disenangi oleh bawahannya karena kurangnya control sikap yang juga menyangkut emosi, padahal pengetahuan dan keterampilannya dibidang kepemimpinan cukup mumpuni.
Andrias Harefa dalam bukunya mengatakan “bertumbuh dewasa danmandiri berarti semakin mengenal “diri“ semakin jujur dengan diri sendiri semakin otentik dan menjadi semakin unik tak terbandingkan”. Dari pendapat tersebut timbulah sebah pertanyaan apakah bangsa kita terutama generasi mudanya sudah menjadi diri sendiri?
Meniru budaya asing dengan berpestapora dan menanggalkan adat istiadat juga menganggap budaya sendiri kuno bukanlah langkah pencarian jati diri tetapi lebih bersifat pasrahmenerima serbua budaya asing. Selektif dan kritis dalam menerima pengaruh asing yang semakin merangsek masuk adalah sedikit dari banyak cara membentengi kaidah-kaidah dan nilai historis budaya bangsa. Membangun karakter dan penaaan mental pemuda dengan fondasi agama, juga merupakan cara tepat guna mempertahankan kekokohan akhlak.
Di tahun baru yang akan datang marilah kita bercermin, mengintrospeksi diri dan lebih menata sikap guna meningkatkan kedewasaan dan selektiflah dalam menyerap pengaruh asing.

Biodata Penulis
Nama : Saeful ma'ruf
Alamat : Silebu Kragilan Serang

1 komentar: