Silakan membaca, berkomentar, dan Bagikan di Twitter atau Facebook Anda. Baca Juga blog terkait, saefulmaruf88.blogspot.com
Catatan Materi Bahasa Indonesia
Senin, 31 Januari 2011
Selasa, 25 Januari 2011
Jumat, 15 Oktober 2010
Kajian Semiotik Pada Pusi Iman Abda
Kajian Semiotik Pada Pusi Iman Abda Dalam Antologi “Jalan Merah Saga”
Diajukan untuk memenuhi tugas Akhir mata kuliah kajian puisi
Deskripi Teori
Karya Sastra Sebagai Suatu Teks
Objek ilmu sastra adalah sekelompok teks tertentu. Dapat dikatakan bahwa seharusnya ilmu sastra adalah cabang dari ilmu teks pada umumnya. Akan tetapi, ilmu ini baru dikembangkan sedangkan ilmu sastra mengandalkan tradisi yang lama sehingga lebih maju dalam penelitiannya. Namun dalam praktiknya kini malah sebaliknya dalam ilmu sastra timbul permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan ilmu teks. Jadi penelitian sastra tidak dapat lepas dari ilmu teks dan menjadi satu kesatuan.
Dalam ilmu sastra kita membatasi pada teks tertulis padahal secara teoritis ungkapan bahasa lisan pun termasuk dalam satu kesatuan teks. Apa yang dimaksud dengan kesatuan? Pradotokusumo (2005:34) membatasi kesatuan menurut tiga aspek sebegai berikut:
• Kesatuan Pragmatik
• Kesatuan Sintaktik
• Kesatuan Semantik
Pragmatik Ialah bagaimana bahasa dipergunakan dalam suatu konteks sosiala tertentu. Teks merupakan satukesatuan bilamana ungkapan bahasa oleh para peserta komunikasi dialami sebagai suatu kesatuan yang bulat. Adapun yang dimaksud pragmatik yaitu pengetahuan mengenai perbuatan yang kita lakukan bilamana bahasa yang digunakan dalam suatu konteks, Partini sardjono. P (2005:34). Berbeda dengan pendapat di atas menurut Jacob L. Mey dalam Rahardi (2003:15) pragmatik adalah ilmu bahasa yang mempelajari pemaiakian atau penggunaan bahasa, yang pada dasarnya selalu harus ditentukan oleh konteks situasi tutur di dalam masyarakat dan wahana kebudayaan yang mewadahi dan melatar belakanginya.
Secara sintaktik sebuah teks harus memperlihatkan keberuntunan dan harus relevan. Hal ini antara lian rampak bila unsur-unsur penunjuk secara konsisten dipergunakan. Definisi sintaksis itu sendiri menurut kridalaksana (2008:223) 1) pengaturan hubungan antara kata dengan kata, atau dengan satuan-satuan yang lebih besar, atau antara satuan-satuan yang lebih besar itu dalam bahasa. Satuan terkecil dalam bidang ini adalah kata; 2) subsistem bahasa yang mencakup hal tersebut (sering dianggap bagian dari gramatika; bgian lain ialah morfologi) 3) cabang linguistic yang mempelajari hal tersebut.
Kesatuan semantik. yang dituntut sebuah teks adalah tema global yang melingkupi semua unsur. Tema menunjukan gagasan dasar dan tujuan utama penulisan sebuah teks. Tapi bukan hanya sekedar itu ilmu semantik juga membahas makna dari teks tersebut. Menurut Kridalaksana (2008:216) 1) semantik adalah bagian dari struktur bahasa yang berhubnungan dengan makna ungkapan dan juga dengan struktur makna suatu wicara; 2) sistem dan penyelidikan makna dan arti dalam suatu bahasa dan bahasa pada umumnya.
Diajukan untuk memenuhi tugas Akhir mata kuliah kajian puisi
Deskripi Teori
Karya Sastra Sebagai Suatu Teks
Objek ilmu sastra adalah sekelompok teks tertentu. Dapat dikatakan bahwa seharusnya ilmu sastra adalah cabang dari ilmu teks pada umumnya. Akan tetapi, ilmu ini baru dikembangkan sedangkan ilmu sastra mengandalkan tradisi yang lama sehingga lebih maju dalam penelitiannya. Namun dalam praktiknya kini malah sebaliknya dalam ilmu sastra timbul permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan ilmu teks. Jadi penelitian sastra tidak dapat lepas dari ilmu teks dan menjadi satu kesatuan.
Dalam ilmu sastra kita membatasi pada teks tertulis padahal secara teoritis ungkapan bahasa lisan pun termasuk dalam satu kesatuan teks. Apa yang dimaksud dengan kesatuan? Pradotokusumo (2005:34) membatasi kesatuan menurut tiga aspek sebegai berikut:
• Kesatuan Pragmatik
• Kesatuan Sintaktik
• Kesatuan Semantik
Pragmatik Ialah bagaimana bahasa dipergunakan dalam suatu konteks sosiala tertentu. Teks merupakan satukesatuan bilamana ungkapan bahasa oleh para peserta komunikasi dialami sebagai suatu kesatuan yang bulat. Adapun yang dimaksud pragmatik yaitu pengetahuan mengenai perbuatan yang kita lakukan bilamana bahasa yang digunakan dalam suatu konteks, Partini sardjono. P (2005:34). Berbeda dengan pendapat di atas menurut Jacob L. Mey dalam Rahardi (2003:15) pragmatik adalah ilmu bahasa yang mempelajari pemaiakian atau penggunaan bahasa, yang pada dasarnya selalu harus ditentukan oleh konteks situasi tutur di dalam masyarakat dan wahana kebudayaan yang mewadahi dan melatar belakanginya.
Secara sintaktik sebuah teks harus memperlihatkan keberuntunan dan harus relevan. Hal ini antara lian rampak bila unsur-unsur penunjuk secara konsisten dipergunakan. Definisi sintaksis itu sendiri menurut kridalaksana (2008:223) 1) pengaturan hubungan antara kata dengan kata, atau dengan satuan-satuan yang lebih besar, atau antara satuan-satuan yang lebih besar itu dalam bahasa. Satuan terkecil dalam bidang ini adalah kata; 2) subsistem bahasa yang mencakup hal tersebut (sering dianggap bagian dari gramatika; bgian lain ialah morfologi) 3) cabang linguistic yang mempelajari hal tersebut.
Kesatuan semantik. yang dituntut sebuah teks adalah tema global yang melingkupi semua unsur. Tema menunjukan gagasan dasar dan tujuan utama penulisan sebuah teks. Tapi bukan hanya sekedar itu ilmu semantik juga membahas makna dari teks tersebut. Menurut Kridalaksana (2008:216) 1) semantik adalah bagian dari struktur bahasa yang berhubnungan dengan makna ungkapan dan juga dengan struktur makna suatu wicara; 2) sistem dan penyelidikan makna dan arti dalam suatu bahasa dan bahasa pada umumnya.
Langganan:
Postingan (Atom)