Catatan Materi Bahasa Indonesia

Catatan Materi Bahasa Indonesia

Senin, 06 Februari 2012

Menghitung Kecepatan Membaca

Berapakah kecepatan membaca anda?
ini mungkin pertanyaan yang membingungkan anda. Untuk menghitung kecepatan membaca cukup menggunakan rumus dasar seperti berikut:
 



Misalnya anda membaca 1.600 kata dalam waktu 3 menit 20 detik atau totalnya 200 detik maka,  kecepatan  membaca anda yaitu;
1600    X 60  = 8 X 60  = 480 KPM
200

Lalu, bagaimana cara menghitung jumlah kata dalam bacaan yang kita  baca?
Untuk menghitung jumlah kata dalam bacaan yang kita baca, pertama hitunglah terlebih dahulu jumlah kata dalam lima baris kemudian dibagi lima. Hasil tersebut merupaka jumlah rata-rata kata per barisnya. Selanjutnya hitunglah banyaknya baris dalam bacaan kemudian  jumlah rata-rata kata per baris tersebut dikalikan dengan jumlah baris yang ada dalam bacaan.
contoh:
Jumlah rata-rata kata per baris                  = 11
Jumlah baris yang ada dalam bacaan       = 60
                                                                        = 11  X  60 = 660 Kata

Sabtu, 04 Februari 2012

IDIOM


Idiom
Idiom berasal dari bahasa yunani, idios yang berarti khas, mandiri, khusus atau pribadi. Menurut keraf (2005:109) yang disebut idiom adalah pola-pola struktural yang menyimpang dari kaidah-kaidah bahasa yang umum, biasanya berbentuk frasa, sedangkan artinya tidak dapat diterangkan secara logis atau secara gramatikal, dengan bertumpu pada makna kata-kata yang membentuknya. 
Senada dengan pendapat di atas chaer (2009: 74) mengemukakan bahwa idiom adalah satuan-satuan bahasa (bisa berupa kata, frase, maupun kalimat) yang maknanya tidak dapat “diramalkan” dari makna leksikal unsur-unsurnya maupun makna gramatikal satuan-satuan tersebut. Selanjutnya chaer menyebutkan bahwa antara idiom, ungkapan dan metafora sebenarnya mencakup objek pembicaraan yang kurang lebih sama, hanya segi pandangnya yang berlainan. Menurut chaer dalam kamus ungkapannya (1997) perbedaan antara idiom dengan yaitu,  ungkapan adalah istilah dalam retorika sedangkan idiom adalah istilah dalam bidang semantik.

Jumat, 16 September 2011

Pengertian dan Fungsi Pers

Penegertian Pers
Pers berasal dari bahasa belanda yang berarti menekan atau mengepres. Kata pers merupakan padanan kata press dalam bahas Inggris yang juga berarti menekan atau mengepres. Secara harfiah pers mengacu pada komunikasi yang dilakukan dengan perantara barang cetakan.
Effendi (2007:90), mengungkapkan pers mempunyai dua pengertian, yakni pers dalam arti sempit dan pers dalam arti luas. Pers dalam arti sempit adalah media cetak seperti surat kabar, majalah, tabloid, dan sebagainya. Sedangkan pers dalam arti luas meliputi media massa cetak elektronik, antara lain radio siaran, televisi siaran, sebagai media yang menyiarkan karya jurnalistik.
Senada dengan pendapat di atas, Kusumaningrat (2009:17) mengungkapkan, "ada dua pengertian pers, yaitu pers dalam arti kata sempit dan pers dalam arti kata luas. Pers dalam arti kata sempit yaitu menyangkut kegiatan komunikasi yang hanya dilakukan dengan perantara barang cetakan. Sedangkan pers dalam arti kata luas adalah yang menyangkut kegiatan komunikasi baik yang dilakukan dengan media cetak maupun media elektronik seperti radio, televisi,  maupun internet.

Menurut Sumadiria (2008:1) Pers lebih berhubungan dengan media. Jurnalistik pers berarti proses kegiatan mencari, menggali, mengumpulkan, mengolah, memuat, dan menyebarkan berita melalui melalui media berkala yakni surat kabar, tabloid, atau majalah kepada khalayak seluas-luasnya dengan secepat-cepatnya.
Dari beberapa pendapat di atas dapat dipahami bahwa pers adalah lembaga atau badan yang menyebarluaskan hasil karya jurnalistik berupa berita kepada khalayak dan antara pers dan jurnalistik tidak dapat dipisahkan..

2.3.1        Fungsi Pers
Pers adalah sarana yang menyiarkan produk jurnalistik. fungsi pers berarti fungsi jurnalistik.
Menurut Effendi (2007:93), fungsi pers adalah:
A.     Fungsi menyiarkan infomasi
Menyiarkan informasi mengenai peristiwa yang terjadi, gagasan atau pikiran orang lain, apa yang dilakukan orang lain, apa yang dkatakan orang lain, dan sebagainya.
B.     Fungsi mendidik
Surat kabar memuat tulisan-tulisan yang mengandung pengetahuan bisa secara implisit dalam berita atau secara eksplisit dalam artikel.
C.     Fungsi menghibur
Hal-hal yang bersifat hiburan sering dimuat untuk mengimbangi berita-berita berat dan artikel-artikel yang berbobot dapat berupa cerita pendek, cerita bersambung, cerita bergambar, artikel ringan, teka-teki silang, karikatur dan lain sebagainya.
D.     Fungsi mempengaruhi
Fungsi mempengaruhi inilah yang menyebabkan surat kabar memegang peran penting dalam kehidupan masyarakat. fungsi mempengaruhi secara implisit  terdapat pada berita dan secara eksplisit terdapat pada iklan.

Buku Referensi
Onong Uchjana Effendi; Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi
 Hikmat Kusumaningrat dan Purnama Kusumaningrat : Jurnalistik Teori &
Praktik

AS Haris Sumadiria ;  Jurnalistik Indonesia